Rabu, 11 April 2012

Renungan Cinta


kali ini sahlah bakalan mosting tentang cinta...
huh..seru banget, masalahnya virus yang satu ini nih suka ngebuat para orang jadi kayak lilin..
meleleh... maunya ngorbanin diri untuk orang lain dan juga jadi egois, yang mau nambah silahkan dech di kotak coment.
so, cekidot ! 
Cinta. Sebuah kata yang akrab di telinga siapa saja. Kata ini telah begitu banyak diulang-ulang dalam banyak percakapan, dan tertulis dalam berbagai tulisan, juga dirasa oleh begitu banyak hati.

Berbicara mengenai cinta seolah memasuki sebuah ruang yang begitu luas seolah tak akan pernah ditemui sudutnya. Berbagai wajah cinta disuguhkan dimana saja. Mulai dari kelas bawah hingga puncak gengsi manusia.  Dari yang paling murahan, hingga yang mahalnya tak terkira. Dari yang paling sering ditemui oleh banyak orang, hingga yang terasa aneh, bahkan yang asing di telinga.

Pada saat kamu mencintai seseorang, kamu akan teringat pada berbagai hal yang baik pada dirinya, begitu banyak jasa-jasanya, dan rasa kagummu kepadanya. Meski terkadang ada pula orang yang mengaku mencintai sesuatu tanpa alasan yang pasti selain karena cinta itu sendiri.


Pada saat kamu berbicara tentang cintamu pada sang bunda, maka teringatlah bebannya saat ia mengandung, lelahnya saat ia menyusui dan menyapih, dan kesabarannya hingga kamu sebesar saat ini.

Saat kamu berbicara tentang cintamu pada guru-gurumu, teringat pada cahaya pengetahuan yang ia bawa padamu, dan pada pencapaianmu saat ini yang juga tak lepas dari jasanya.

Saat kamu berbicara tentang cintamu pada sahabatmu, kamu akan mengulang memori tentang keberadaannya disaat kamu sedang senang maupun sedih, luapan semangat darinya saat kamu merasa lelah, senyuman bangganya saat kau meraih kemenangan, atau jemarinya yang menyeka air matamu saat kamu menangis.

Lalu saat kamu mendapati diri telah ditakdirkan untuk lahir ke dunia sebagai manusia, dilahirkan dari rahim seorang ibu yang mencintaimu dan saudara-saudara yang siap melindungimu, ayah yang selalu memenuhi kebutuhanmu, guru-guru yang sabar mengajarimu, sahabat yang menjadi pengisi hari-harimu, dan begitu banyak orang-orang yang kemudian menyayangimu

Kamu mendapati diri dengan anggota tubuh yang sempurna, yang dengannya kamu bernapas, makan, minum, terlelap , dan juga merasakan cinta.
Lalu kamu dapat memandang langit cerah, atau hujan yang bersamanya turun rahmat, tumbuh-tumbuhan dan binatang yang juga memberi manfaat.

Jikapun kemudian kamu merasakan sakit, namun saat itu bahkan dosa-dosamu berguguran bagaikan gugurnya daun di pepohonan saat kamu bersabar. Saat kamu mendapati diri dengan begitu banyak bukti cinta di sekelilingmu, maka berpikirlah; Siapakah gerangan yang telah memberikan begitu banyak cinta padamu itu ?
Maka Dialah Allah Subhana Wata’ala , Rabb Semesta Alam, sumber segala cinta dan kepadaNyalah seharusnya segala cinta bermula. Wallahu a’lam.

“Katakanlah ; ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(Ali Imran :31)

Tidak ada komentar:

”"